Social Icons

Senin, 16 Desember 2013

Kisah Kematian Tiga Anak

KISAH INDAH TENTANG IMAN KEPADA TAKDIR

Ini adalah kisah nyata. Ada seorang hamba shalih yang diuji oleh Allah dengan anaknya, setiap kali anaknya lahir dan berkembang sebentar sebagai bayi yang mungil, lucu dan menyenangkan, selalu ajal menyemputnya dan merenggut nyawanya dari pangkuannya. Maka ia pun sedih sangat dalam, hatinya hancur dan tersayat-sayat tajam. Namun karena ia adalah seorang mukmin yang shaleh, ia tidak kehilangan kendali dan kesabaran, bahkan ia selalu menepati sunnah Nabi SAW dengan mengatakan:

"Sesungguhnya kita hanyalah milik Allah dan kepada-Nya pula kita kembali. Bagi Allah apa yang Ia berikan dan bagi Allah apa yang Ia ambil. Segala sesuatu di sisi-Nya ada takdirnya. Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah ini dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya."

Hingga datanglah anak yang ketiga. Setelah tumbuh sehat selama beberapa tahun, anaknya sakit dan semakin parah sakitnya hingga bayang-bayang kematianpun tiba. Sang ayah yang menungguinya dengan setia tak kuasa menahan air mata hingga ia terserang kantuk dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi bahwa kiamat telah tiba dan kedahsyatannyap un nampak di depan mata. Dia melihat bahwa dirinya berada di atas shirat, dia ingin berjalan akan tetapi ada kekhawatiran untuk jatuh, lalu datanglah anak pertama yang telah meninggal. Dia berlari lalu berkata, "Saya akan menopangmu ayah..!" Sang ayahpun mulai berjalan, akan tetapi ia masih was-was khawatir terjatuh dari sisi yang lain, maka ia melihat anak keduanya menghampirinya dari sisi yang lain lalu menuntunnya. Sang ayahpun bergembira ria dan bersuka cita. Akan tetapi tidak lama ia berjalan ia merasakan ada kehausan yang semakin lama semakin mencengkeram, maka ia meminta kepada salah seorang anaknya agar memberinya minum. Sang anak mengatakan, "Tidak..! Jika salah seorang kita meninggalkan ayah, ayah bisa terjatuh ke neraka."
Maka saudaranya menimpali, "Ayah, andaikan saja saudara kita yang ketiga bersama kami, tentu dia sekarang dapat memberi minum...!"

Maka sang ayah kaget terbangun dari tidurnya seraya memuji kepada Allah karena ia masih di dunia dan belum kiamat. Diapun langsung memperhatikan anaknya yang tergeletak sakit di sampingnya. Ternyata ia telah pergi menyusul kedua saudaranya. Maka segera ia mengatakan, "Segala puji bagi Allah, aku telah menjadikanmu sebagai simpanan dan pahala di sisi Allah. Engkaulah yang mendahuluiku di atas shirat di hari kiamat." Maka kematian anaknya yang ketiga menjadi penyejuk hatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Designed By Yeti