Social Icons

Rabu, 26 November 2014

Kecerdasan Emotional

Selamat berjumpa kembali sahabatku....

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang personality building sub temanya adalah cara mengelola emosi.

Kedewasaan seseorang tidak dilihat dari usia tetapi cara berfikir dan tata kelola jiwa dalam hal ini pengendalian emosi

Ketika jiwa seseorang tersentuh dengan hal yang bersifat pribadi maka bangkitlah rasa egonya. Biasanya hal yang menyangkut masalah rasa cinta, percintaan, perceraian, kematian,  keuangan, pekerjaan, keluarga dapat memicu emosi.

Kecerdasan emosional yang disebut EQ (Emotional Quotion)seseseorang terlihat ketika disinggung tentang hal tersebut. Bentuk-bentuk respon di antaranya: marah, menangis, meraung-raung, menggerutu, sumpah serapah, membanting sesuatu, merusak, mencaci maki, merokok, gemetaran, menggigil, sakit perut, sakit kepala, dll.

Tentunya tingkat kecerdasan emotional menjadi tolok ukurnya. Seseorang dengan EQ tinggi akan meresponnya dengan bijaksana, berfikir tenang, tidak tergesa-gesa. Sebaliknya EQ yang rendah akan merespon dengan kata-kata kasar, tangisan atau pun kekerasan fisik.

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyaknya pengalaman, ilmu dan kematangan usia merupakan faktor penentu tingkat EQ seseorang.

Maka dari itu setiap pengalaman adalah tempaan agar kita menjadi lebih dewasa dan bijak dalam berfikir dan bertindak. Begitu pula belajar ilmu yg bermanfaat, banyak bergaul dengan orang berbagai kalangan juga mengasah EQ kita.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita dalam menaikkan EQ dengan demikian kita mampu menghadapi setiap permasalahan dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Designed By Yeti