Social Icons

Minggu, 28 Desember 2014

After your dying

After your departure
This is among the best writings of Sheikh Ali Thanthawi Egypt rahimahullah:

By the time you die, do you grieve. Do not mind thrown you are already fading, because the Muslims will take care thrown you.
They will disarm clothes, bathed and then take you to your place wrap you as new cemetery.

There will be many people who deliver your body even they will leave their jobs to participate buried you. And probably many who no longer think of your advice on a day .....

Items will be packed your things; lock your keys, books, luggage, shoes and clothes. If your family agree that your belongings will wherewithal that usefull for you.

Be Sure; the world and the universe would not be sad with your departure.
The economy will continue!
The position will be filled work of others. Your treasures be lawful for the heir. While you who will be judged and accounted for small and large of treasure!

Grief upon you no 3;
People who know you glance would say, sorry.
Your companions will grieve a few hours or a few days ago they were back to normal and laughing laughter!
At home there is anguish! Your family will be sad week two weeks, a month or two, and maybe up to a year ??
Then they put you in the archives of memories!

Thus "your story has ended in the middle of the man".
And that story actually started, Hereafter !!
Have perished glory, wealth, health, and child.
Have you left the house, palace and his beloved wife.
Now that real life has begun.

The question is:
What is your preparation for the grave and hereafter?
This essence requires contemplation.

Keep in earnest
Liability obligations,
things disunnahkan
secret alms,
keep the good deeds,
evening prayer,
Hopefully you survived.

If you remind people of this writing wills influence will you encounter in your good balance on the Day of Judgment. "Give a warning, because it is beneficial for the commemoration of the believers"

(Translated by Ust. Ainul Haris, may Allah forgive him)

Selasa, 09 Desember 2014

CARTESIAN LOGIC

"CARTESIAN LOGIC"

terkadang kita ingin sekali mendapatkan sesuatu. tapi susahnya setengah mati. mengapa?

apa yg kita dapati bermula pada apa yg kita pikirkan. pikiran yg kita pikirkan berwujud pada tindakan-tindakan kita. dan ketika tindakan-tindakan kita, akan berwujud pada sesuatu yg kita dapati.

jika susah mendapati apa yg diinginkan, maka sadari tentang rantai urut urutannya.

PERTAMA-TAMA, sadari apa yg kita pikirkan. mari kita ambil contoh tentang penghasilan naik. jika anda ingin penghasilan naik berkali lipat, maka dapatkah anda pikirkan :

1. apa yg terjadi ketika penghasilan naik berkali lipat.?
2. apa yg terjadi ketika penghasilan anda tidak naik-naik?
3. apa yg tidak terjadi ketika penghasilan anda naik berkali lipat?
4. apa yg tidak terjadi ketika penghasilan tidak naik-naik?

KEDUA, tindakan. sadari bahwa tindakan anda membawa anda pada apa yg anda dapati. jika anda mengharap penghasilan naik berkali lipat, tapi anda tetap lakukan hal yg sama (tanpa mengubah tindakan) maka anda akan tetap dapati penghasilan yg tidak naik-naik. ketika anda bersedekah, anda tidak menambah jumlahnya, ketika beribadah, anda tidak menambah jumlah ibadah yg anda lakukan. ketika bekerja, anda tidak lebih giat dari sebelumnya, ketika bersosial anda tidak mau mengenal org2 disekitar anda, maka dapat dipastikan hidup anda akan sama saja. penghasilan tidak akan naik-naik.

semoga saya, anda dan kita semua selalu termasuk golongan org yg sadar diri, selalu merefleksikan apa yg dipikirkan utk hasil yg lebih baik, pribadi yg dihindarkanNya dari sifat mengeluh dan menyalahkan, serta terhindar dari sifat malas dan menunda-nunda.

silakan 'Share kepada kawan anda.! ketika anda 'pikirkan bahwa ini bermanfaat. juga utk org lain.! sebagai tindakan awal utk hasil yg lebih baik.



Senin, 08 Desember 2014

Mendapatkan Ketenangan Jiwa

Disarikan kuliah Mario Teguh

Ketenangan merupakan suatu hal yang banyak orang cari dalam kehidupan. Bagaimana cara mendapatkan ketenangan dalam jiwa kita???
3 hal yang menenangkan kegelisahan jiwa yakni:
1.            Keikhlasan,
2.            Kesyukuran,
3.            Keharusan untuk memampukan diri.
Orang yang ikhlas, bersyukur, dan selalu bekerja untuk memampukan diri tidak mungkin hatinya bisa digelisahkan oleh masalah-masalah yang lebih kecil dari dirinya. Kemampuan kita akan selalu lebih besar daripada masalah yang dihadiahkan oleh Tuhan.

Apakah masalah harus dihindari untuk mendapatkan jiwa yang tenang?
Masalah atau kesulitan tidak akan hilang dalam kehidupan. “Hidup itu sulit” memang benar, tidak ada yang mengatakan hidup ini mudah. Itu sebabnya kita harus memampukan diri sehingga yang dulu menyulitkan kita tidak lagi sekarang. Maka tugas kita bukanlah mengecilkan masalah atau menghapuskan masalah, tapi menjadi pribadi yang lebih besar dari masalah yang dilontarkan kepada kita.

Mengapa justru yang sering membuat kita gelisah kebanyakan adalah orang-orang terdekat kita?
Cinta itu tidak mungkin membuat kita tidak peduli, tapi selalu membuat kita menuntut. Tuntutan pertamanya ialah “Engkau milikku” itu sebabnya cinta harus memiliki sehingga kita harus menjadi yang terbaik. Jika dia tidak menjadi yang terbaik kita marah. Itu sebabnya kita lebih mudah marah kepada anggota keluarga daripada orang lain. Semakin Anda mencintai semakin Anda mudah marah. Enaknya kalau orang tahu itu bisa mencegah sebelum sesuatu terjadi. Jadi jika kita menuntut orang yang kita cintai, bersabarlah karena Anda belum tentu jadi yang terbaik baginya.

Apakah orang yang sabar identik dengan orang yang tenang?
Sabar itu bukan sifat, tapi sebuah akibat dari ikhlas dan bersyukur. Orang yang sabar itu akibat dari pemikiran yang ikhlas dari hati yang bersyukur, dan dia tahu dia harus memampukan diri.
Kalau kita berusaha ikhlas, apakah menerima semua permasalahan dan kekurangan yang kita miliki?
Ikhlas untuk yang sudah terjadi, tapi jangan ikhlas kalau belum terjadi, upayakan yang terbaik. Ikhlas itu menerima Tuhan dan segala sesuatu yang disampaikan Tuhan sebagai kebenaran. Ikhlas menerima segala sesuatu yang ditetapkan Tuhan yang benar sebagai tuntunan hidup menjadikan kita tertuntun dalam logika iman. Logika iman kebenarannya tidak mungkin salah, karena kebenaran yang tersambung antara kebenaran dunia dan akhirat.

Berbicara masalah ikhlas, siapa yang lebih besar memilik rasa ikhlas? Apakah dari jiwa yang tenang atau jiwa yang besar?
Jiwa yang tenang adalah kualitas hasil dari 3 hal: ikhlas, syukur dan memampukan diri. Jadi yang paling tenang adalah yang paling ikhlas, paling bersyukur, dan paling memampukan diri. Ketenangan bukan tanpa masalah, tapi keanggunan meyakini apapun yang terjadi itu kebaikan dan akan bisa terselesaikan dengan baik. Tapi kalau orang tidak ikhlas, tidak bersyukur tapi sangat mampu bisa tenang, namun ketenangannya tidak akan permanen, melainkan hanya untuk sementara.

Orang yang jiwanya tenang, hatinya tidak berbicara ketika melihat orang yang aneh-aneh. Kita itu memiliki kecenderungan untuk berkomentar. Orang yang jiwanya tenang itu tidak bergetar. Masalah hati bisa Anda kurangi dengan cara mendoakannya. Harusnya melihat kasihan melihat hidupnya sulit karena orang bodoh menolak dibuat lebih berilmu. Dan kepada pendusta yang sok jujur Anda dengan jiwa yang tenang yang menenangkan  sesama  supaya tertarik kepada kebaikan.

Bagaimana cara mempersiapkan mental untuk menenangkan hati kita menghadapi dunia kerja setelah kita lulus dari perkuliahan nanti?
Caranya yakni mampukan diri untuk sekecil-kecilnya pekerjaan. Anda cari pekerjaan bukan untuk cari gaji, berarti ambillah pekerjaan meskipun dengan gaji kecil. Banyak orang memilih menganggur dibanding terima gaji kecil. Terima gaji kecil di pekerjaan itu lalu jadilah anak muda yang tidak pantas dibayar kecil. Siapkan diri anda bagi sekecil-kecilnya pekerjaan, dapatkan pekerjaannya walaupun gajinya kecil, tumbuhlah tidak pantas dibayar kecil, pindah ke tempat yang lebih pantas, kemudian ubahlah pikiran untuk bekerja untuk mempekerjakan orang lain, setelah itu anda menjadi semandiri-mandirinya pengusaha.

Bagaimana cara mendapatkan jiwa yang tenang secara konsisten? Biasanya jiwa yang tenang untuk sesaat?.
Hati, seperti suara itu kesannya naik turun, tidak ada orang yang lurus, dan orang-orang yang jiwanya tenang menjaga hatinya agar tidak melonjak. Jika difitnah, bilanglah Tuhanku yang memuliakanku, bukan manusia. Tugas kita untuk menaikkan hati saat keadaan memantaskan kita untuk mengeluh dan menekan hati saat memantaskan kita saat sombong, ini adalah orang yang bersahaja.
Jiwa yang tenang itu hidupnya diserahkan kepada Tuhan, kita itu milik Tuhan tapi menarik menarik diri dari kepemilikan Tuhan. Milik yang disayangi, dimuliakan, diindahkan.
Tuhanku aku ikhlas, bersyukur dan memampukan diri agar aku sepenuhnya menjadi milik-Mu, sebagai milikmu aku pun tidak akan kau disia-siakan.

Apa yang membedakan ketenangan jiwa dengan ketenangan jiwa dengan ketenangan pikiran?
Hati menentukan kualitas hidup, tapi kualitas hati ditentukan oleh kualitas pikiran. Pikiran bisa dibangun dengan namun dengan tahu, orang yang tahu cara mengelola hatinya lalu hidupnya baik. Tuhan meningkatkan derajat orang yang berilmu dengan beberapa tingkat, karena dengan pikirannya dia mengelola hatinya. Jiwa memiliki hati pikiran tubuh dan nama. Jiwa itu adalah satu kesatuan karena dengan semua ini bisa tampil ketika kita telah menjadi orang.

Bagaimana menenangkan jiwa saat keadaan kita menuntut untuk cepat
Beliau memberikan analogi dengan menanya penonton dengan pertanyaan kalau kita punya uang satu miliar damaikah hidup Anda? Penonton sedikit tertawa. Beliau memperjelas bahwa Tuhan menuntun ke arah yang mudah, kalau punya 1 miliar damai carilah itu. Janganlah ditolak atau perjalanan akan dipersulit. Orang tidak damai mengenang mas lalu karena mengharapkan masa lalu yang baik, sia-sianya orang yang mengharapkan masa lalu yang baik padahal kebaikan itu hanya bisa dibangun hari ini. Jadi setiap hari kita harus menjadi pribadi yang awas yang tahu apa yang sedang terjadi dan menyesuaikan keikhlasan dan kesyukuran dengan apapun yang terjadi saat itu.

Memampukan diri, ketika ingin menjadi pribadi yang mampu, adakah batasannya?
There si no dream too high, but insufficient effort
Tidak ada batas, yang biasanya membatasi adalah upaya kita. Tidak ada impian yang terlalu tinggi yang ada upaya yang tidak cukup. Rezeki itu data melalui silaturahmi. Jangan lagi berfokus dengan apa yang tidak bisa anda capai, berfokuslah pada apa yang bisa anda lakukan, jangan berfokus pada yang tidak mungkin, lakukanlah yang mungkin

Tidak ada orang ikhlas jadi orang kecil. Tugas kita adalah sebagai khalifah, dalam diri kita sudah ada tugas-tugas sebagai khalifah, itu tanda bahwa kita itu penting. Anda itu penting bagi Tuhan, maka tugas Anda adalah meminta dan berdoa kepada Tuhan..
Tuhanku jadikanlah aku pribadi yang mudah untuk ikhlas, untuk menerima semua ketetapan sebagai benar, mudahkanlah aku untuk bersyukur, menerima yang ada sebagai syarat untuk mencapai yang belum ada, untuk melakukan yang sekarang mungkin untuk mencapai yang tadinya tidak mungkin, untuk melakukan yang sekarang mudah supaya aku bisa melakukan yang tadinya aku pikir sulit. Tahu sedikit, bisa sedikit, tahu-tahu Tuhan memberikan kemampuan kewenangan kepada kita yang lebih besar dari kemampuan kita sebagai manusia.
Yuk kita jadi orang yang oleh Tuhan ditenagai dengan hebat, karena kita memutuskan untuk menjadi jiwa yang ikhlas, bersyukur dan memampukan diri...

Rabu, 03 Desember 2014

metaprogram in nlp


Metapogram dalam NLP
Cara berfikir,berasumsi,motivasi, persepsi seseorang tergantung dari metaprogramnya.
Pada awal-awal perkembangan NLP, Dr Richard Bandler dan Leslie-Cameron Bandler, menengarai bahwa sejumlah teknik NLP yang selalu sukses diterapkan bagi berbagai orang, ternyata bisa tiba-tiba menjadi ‘macet’ untuk orang tertentu. Melalui riset pada banyak sekali subjek, akhirnya ditemukan bahwa ini disebabkan karena ada orang-orang tertentu yang memiliki ara yang berbeda dalam memproses, menyaring dan mengurutkan suatu informasi.
Lesile melanjutkan penelitian ini, dan menemukan ada sekitar 60-an faktor yang mempengaruhi cara orang memproses, menyaring dan mengurutkan informasi ini. 60-an hal ini kemudian dikenal dengan nama Metaprogram. Ini merupakan turunan dari 3 proses universal dalam pikiran: deletion,generalisation dan distortion.
Jadi, Metaprogram adalah caraseseorang dalam memproses,memfilter, mengurutkan suatu informasi,  merupakan pola internal yang membantu seseorang menentukan bagaimana caranya dia akan membentuk representasiinternal yang mengarahkanperilakunya. Metaprogram akan dipergunakan oleh seseorang dalam memutuskan apa yang diperhatikan, dan apa yang akan diabaikan. Riset-riset dalam NLP menunjukkan bahwaMetaprogram bekerja sebagai proses di bawah sadar.
Contoh paling terkenal dari Metaprogram adalah : Arah Motivasi, yakni bagaimana cara seseorang memotivasi dirinya. Apakah ia termotivasi jika ia mengejar (moving toward to) pada sesuatu, ataukah ia termotivasi jika menghindar (moving away from) dari suatu hal.
Misal:
  • Seseorang termotivasi membeli produk karena ia ingin menikmati manfaatnya (moving toward to)
  • Seseorang termotivasi membeli produk karena ia tidak ingin dianggap ketinggalan jaman (moving away from).
Atau:
  • Seseorang merokok adalah demi mendapatkan pergaulan dan dianggap gaya (moving toward to)
  • Seseorang merokok adalah demi tidak dianggap banci oleh kawan-kawannya (moving away from).

Bayangkan misalkan, perokok itu kemudian minta diterapi oleh seorang praktisi NLP. Misalkan praktisi itu kemudian berpikir terlalu teknis, maka ia akan langsung terpikir menggunakan teknik Swish Pattern(tanpa memperdulikan berbagai faktor terkait lainnya). Tidak ada yang salah dengan teknik swish pattern untuk membantu mengubah kebiasaan merokok agar terhenti.
Misalkan, kebetulan praktisi itu memiliki kecenderungan moving away from, maka kemungkinan akan mengucapkan dalam kalimat-kalimat yang merefleksikan moving away from. Misalkan pula, si Klien adalah memiliki kecenderungan moving toward to, maka kalimat yang diucapkan praktisi itu, menjadi kontra produktif pada si klien. Kenapa, karena arah motivasinya terbalik, alias tidak ‘jalan’ untuk si Klien.
Jadi, disini kita melihat pentingnya mengetahui metaprogram dari seorang klien saat sedang berbincang awal, sehingga kcenderunganmetaprogram ini bisa kita selaraskan(pacing) secara tepat.
Lho, kok ‘kecenderungan’…?
Iya, benar, metaprogram adalah suatu kecenderungan, bukan mutlak alias “either or“, artinya lebih bersifat kombinatif dari kedua sisi (kecenderungan), bukan “kalau nggak ini, ya itu”.
Metaprogram juga bukan watak, bukan kepribadian. Bahkan metaprogram adalah tergantung pada suatu konteks tertentu. Artinyametaprogram seseorang bisa berbeda di konteks yang berbeda, dan bisa berganti alias tidak menetap seumur hidup.
Contoh berbagai metaprogram yang lain:
  • Internal <—> Eksternal
  • Self <—> Others
  • Chunk Up <—> Chunk Down
  • Possibility <—> Necessity
 
Designed By Yeti