Social Icons

Sabtu, 30 Januari 2016

CEMBURU VS CINTA

Pernahkah Anda merasakan gejolak panas di hati? Keadaan apa saja yang menyebabkannya?
Memang serba salah orang yang sedang jatuh cinta. Kadang rasa rindu mendera, menyelimuti pikiran. Kadang cemburu juga datang tiba-tiba. Cinta yang membara ibarat api yang bisa membakar.


Cinta juga ibarat benih yang butuh perawatan, air, pupuk secukupnya.Kalau kebanyakan air atau pupuk benih akan mati. Cinta butuh juga takaran yang tepat pupuknya.Pupuknya berupa perhatian, kasih sayang, dan cemburu. Loh kok cemburu itu perlu? Cemburu yang tepat dan pada tempatnya itu perlu. Kalau tidak ada rasa cemburu berarti rasa cinta sudah mulai pudar.


 Ketika Anda merasakan cinta di sisi lain Anda akan merasa cemburu. Si dia bersama orang lain, cemburu. Dia menelpon orang lain, cemburu. Bahkan cemburu pada rekan kerjanya atau bosnya. Bisa jadi bibir Anda tersenyum dan mengatakan tidak apa-apa tetapi hati Anda menangis. Seimbangkanlah cinta dan cemburu.Semua yang seimbang akan terasa indah.

Minggu, 17 Januari 2016

Satu Celupan

Satu Celupan Melupakan -
Satu Celupan Melupakan
Segalanya
Imam Muslim rahimahullah
meriwayatkan di dalam Shahihnya :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﻤْﺮٌﻭ ﺍﻟﻨَّﺎﻗِﺪُ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﺑْﻦُ ﻫَﺎﺭُﻭﻥَ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺣَﻤَّﺎﺩُ ﺑْﻦُ
ﺳَﻠَﻤَﺔَ ﻋَﻦْ ﺛَﺎﺑِﺖٍ ﺍﻟْﺒُﻨَﺎﻧِﻲِّ ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﺆْﺗَﻰ ﺑِﺄَﻧْﻌَﻢِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ
ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻓَﻴُﺼْﺒَﻎُ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﺻَﺒْﻐَﺔً ﺛُﻢَّ ﻳُﻘَﺎﻝُ ﻳَﺎ ﺍﺑْﻦَ
ﺁﺩَﻡَ ﻫَﻞْ ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻗَﻂُّ ﻫَﻞْ ﻣَﺮَّ ﺑِﻚَ ﻧَﻌِﻴﻢٌ ﻗَﻂُّ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﻟَﺎ
ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ ﻭَﻳُﺆْﺗَﻰ ﺑِﺄَﺷَﺪِّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑُﺆْﺳًﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ
ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻴُﺼْﺒَﻎُ ﺻَﺒْﻐَﺔً ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻴُﻘَﺎﻝُ ﻟَﻪُ ﻳَﺎ ﺍﺑْﻦَ ﺁﺩَﻡَ ﻫَﻞْ
ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺑُﺆْﺳًﺎ ﻗَﻂُّ ﻫَﻞْ ﻣَﺮَّ ﺑِﻚَ ﺷِﺪَّﺓٌ ﻗَﻂُّ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﻟَﺎ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ
ﻣَﺎ ﻣَﺮَّ ﺑِﻲ ﺑُﺆْﺱٌ ﻗَﻂُّ ﻭَﻟَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺷِﺪَّﺓً ﻗَﻂُّ
Amr an-Naqid menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun
menuturkan kepada kami. Dia berkata; Hammad bin Salamah memberitakan
kepada kami dari Tsabit al-Bunani dari Anas bin Malik, dia berkata;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pada hari kiamat nanti akan didatangkan penduduk
neraka yang ketika di dunia adalah orang yang paling merasakan kesenangan di sana. Kemudian dia
dicelupkan di dalam neraka sekalicelupan, lantas ditanyakan kepadanya,
‘Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan sebelum ini?
Apakah kamu pernah merasakan kenikmatan sebelum ini?’. Maka dia
menjawab, ‘Demi Allah, belum pernah wahai Rabbku!’. Dan didatangkan pula seorang penduduk surga yang ketika di dunia merupakan orang yang palingmerasakan kesusahan di sana
kemudian dia dicelupkan ke dalam surga satu kali celupan. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat
kesusahan sebelum ini? Apakah kamu pernah merasakan kesusahan
sebelum ini?’. Maka dia menjawab, ‘Demi Allah, belum pernah wahai Rabbku, aku belum pernah merasakan
kesusahan barang sedikit pun. Dan aku juga tidak pernah melihat
kesulitan sama sekali.’.” (HR. Muslim dalam Kitab Shifat al-Qiyamah wa al-Jannah wa an-Naar)
Hadits yang agung ini menyimpan banyak pelajaran berharga, diantaranya :
1. Iman kepada hari kiamat dan meyakini bahwa dunia adalah sementara
2. Iman akan adanya kebangkitan setelah kematian
3. Iman bahwasanya setiap orang akan mendapatkan pembalasan atas amalnya di dunia, apabila baik maka
baik pula balasannya demikian pula sebaliknya
4. Iman kepada surga dan neraka dan bahwasanya surga merupakan negeri
kebahagiaan dan neraka adalah negeri kesengsaraan
5. Kenikmatan dan kesusahan di dunia tidak ada apa-apanya apabila dibandingkan dengan apa yang terjadi di akhirat
6. Hadits ini menunjukkan bahwa kesenangan dunia bukanlah tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya
7. Hadits ini menunjukkan bahwa bisa jadi orang-orang kafir itu hidup dalam keadaan serba mewah dan nikmat di
dunia namun di akhirat mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali siksa
di neraka, wal ‘iyadzu billah
8. Hadits ini menunjukkan bahwa setiap orang yang meninggal dalam keadaan
beriman meskipun imannya hanya sebesar  biji sawi maka ia pasti masuk ke dalam surga
Semoga menjadi pengingat bagi kita.

Jumat, 08 Januari 2016

Rahasia Tidur dan Awet Muda

Rahasia Tidur dan Awet Muda
Pernahkah Anda memikirkan, apakah sebenarnya tidur itu? Dan benarkah dibalik tidur itu tersembunyi suatu potensi manfaat yang besar? Tentunya Tuhan sudah menciptakan mekanisme bioritmik manusia untuk tidur, dengan tujuan manfaat yang besar. Tugas kita adalah mencari tahu, bagaimana mengoptimalkannya untuk mendapatkan manfaat sebesarnya. Apa yang akan Anda lakukan, setelah tahu bahwa tidur yang sepertinya beristirahat itu, bisa dimanfaatkan untuk pemrograman pikiran? Mungkin Anda pernah waktu mau tidur mensugesti diri Anda sendiri untuk bangun jam 4 pagi, dan anehnya, tepat jam 4 pagi Anda bangun! Nah, itu adalah pemrograman pikiran sederhana yang dapat Anda lakukan di bawah sadar Anda. Jadi tanpa Anda sadari selama ini Anda sudah mengenal satu jenis pemrograman pikiran yang sukses Anda lakukan setiap kali Anda mau.  3 JENIS PIKIRAN MANUSIA Sebentar lagi saya akan jelaskan bagaimana kita bisa memperoleh manfaat yang besar sekali pada saat kita tidur. Tapi belum sekarang. Sebelumnya kita perlu tahu dulu, sebenarnya apa sih yang terjadi di pikiran kita saat kita tidur? Apakah Anda pernah mendengar bahwa: sekalipun Anda sedang tidur, namun ada bagian dari pikiran Anda yang tidak tidur.  Tidak semua dari diri kita beristirahat / tidur pada saat kita sedang tidur. Ada bagian-bagian dari kita yang tetap terjaga. Untuk mempermudah pemahaman, umumnya ahli hipnosis / NLP akan membagi pikiran dalam 3 bagian: 1. Pikiran sadar / conscious mind 2. Pikiran bawah sadar / subconscious mind 3. Pikiran tak sadar / unconscious mind Pikirian sadar, berfungsi untuk menunjang kesadaran kita: logika, memori jangka pendek, berpikir linear, bagian kritis, dan lain-lain. Bagian ini mengalami proses istirahat saat Anda tidur.  Ini menjelaskan kenapa orang yang dihipnosis diberikan perintah ‘Tidur!’, supaya klien mengistirahatkan pikiran kritisnya, dan sugesti diterima. Nah, makanya pas ngantuk adalah saat paling tepat untuk mengatakan sugesti bangun tadi. Karena, pada saat ini pikiran sadar tidak mengkritisi. Di sisi lain, pikiran bawah sadar, berfungsi menyimpan memori jangka panjang, perilaku, kebiasaan, sistem kepercayaan, nilai-nilai kehidupan, dll. Bagian ini seolah-olah on-off saat kita tidur, tergantung kedalaman tidur kita. Pikiran inilah yang akan membangunkan kita. Pikiran tak sadar (unconscious mind), fungsinya adalah mengurusi fungsi fisik tubuh. Seperti jantung yang terus memompa jalannya darah, nafas yang terus berjalan, refleks tubuh, gerak otot kecil, dan lain-lain. Bagian ini tidak pernah tidur, mereka hanya mengalami relaksasi saja, di saat kita tidur. LEBIH DARI SUGESTI BANGUN Setelah Anda berkali-kali sukses menerapkan pemrograman pikiran membuat sugesti bangun itu, pernahkah Anda memikirkan untuk ‘meng-upgrade’ pemrograman itu ke level yang lebih tinggi? Berikut akan saya jelaskan salah satu contoh yang bisa Anda lakukan untuk meng-upgrade pemrograman pikiran saat mau tidur. Misal: untuk peremajaan kulit, wow! Pastikan Anda melakukan saat mengantuk.Mulai dari niat dan berdoa: “Ya Tuhan, ijinkan saya memprogram bagian dari pikiran yang merupakan karuniaMu, yakni bawah sadar saya selama tidur ini. Terima kasih.”Lanjutkan mengatakan dengan lembut dan penuh keyakinan. Anda bisa memulai dengan kalimat: “Bawah sadarku.., karena fungsimu bisa diprogram untuk membangunkanku di pagi hari dengan jam tertentu… Artinya fungsimu juga bisa diprogram untuk hal yang lainnya juga. Saya program agar pada malam hari, terjadi proses peremajaan kulit secara bertahap sehingga lebih sehat dan muda, dan lakukan dengan cara harmoni, seimbang, nyaman dan menyenangkan. Terima kasih!”Saat mengatakan itu, sambil menjaga rileks dan tetap mengantuk…., bayangkan kulit Anda mengalami peremajaan dan menjadi lebih sehat, dan muda kembali.Tutup dengan RASA YAKIN, dan tidur langsung. Selamat mencoba! *disarikan dari NLP Sinergy lintas batas
 
Designed By Yeti