Social Icons

Kamis, 31 Maret 2016

BAHAGIA ITU SEDERHANA


BAHAGIA

Apa arti bahagia bagi Anda?

 Ketika belum menikah, Anda berfikir kalau menikah saya akan bahagia. Setelah menikah Anda berfikir kalau punya anak saya akan bahagia. Setelah punya anak Anda berfikir kalau punya rumah saya bahagia. Setelah punya rumah Anda berfikir jika saya punya motor saya bahagia karena saya tidak capek lagi mengayuh sepeda. Setelah punya motor Anda berfikir saya bahagia kalau punya mobil. Setelah punya mobil Anda berfikir saya bahagia kalau punya mobil anu, saya bahagia kalau punya istri anu, saya bahagia kalau tinggal di perumahan anu, saya bahagia kalau saya...

Selama masih ada kalimat jika,kalau,seandainya, jikalau Anda tidak akan merasakan BAHAGIA

Saya melihat anak-anak tertawa gembira saya bahagia, saya merasakan kasih sayang pasangan saya bahagia, saya mendengar musik indah saya bahagia, saya membaca kalimat inspiratif saya bahagia. Saya merasakan hangatnya persahabatan saya bahagia, saya makan nasi putih saya bahagia, saya berjalan lancar tanpa bantuan saya bahagia. Saya bernafas lega saya bahagia. Saya bangun tidur bisa melihat dunia saya bahagia. 

Alhamdulillah. Ternyata BAHAGIA itu sederhana.

Follow IG Yeti Insan Kamil
Fb Yeti Insan Kamil
Www.yetisulfiati.com


Jumat, 25 Maret 2016

POLIGAMI SEBUAH PILIHAN

Seorang teman mengundang kami untuk hadir dalam acara walimatul ursy. Kami sempat bertanya-tanya, 'Loh, bagaimana dengan si A isterinya?" jawabannya,"habisnya saya ada masalah dengan isteri saya". Pertanyaannya,Apakah dengan menikah lagi masalah pertama selesai? Apa latarbelakang masalah pertama cocokkah dengan solusinya itu? Jawabannya mudah ditebak, pernikahan pertamanya kandas padahal telah memiliki permata hati lebih dari 3. Isteri pertamanya tidak dapat menerima perlakukan suaminya.



 Yang jadi pemikiran, bagaimana nasib anak-anaknya kelak? Bagaimana nafkahnya padahal ayahnya belum berpenghasilan tetap tetapi malah memilih menikah lagi? Hmm, bagi saya pernikahan itu sakral dan bukan menjadi sebuah pelarian masalah. Seorang guru saya alm. Ust. MHS yang melakukan poligami mengatakan berat yang dia rasakan memimpin 2 rumah tangga itu. Alih-alih agar beban dakwah dapat dibagi bersama, malah menambah beban pikiran.



 Pertanggungjawaban pernikahan itu sangat besar di sisi Allah. Dengan disaksikan para malaikat dan manusia, ijab qobul sebuah peralihan tanggungjawab dunia akhirat dilimpahkan dari seorang ayah kepada seorang calon suami. Seorang ayah yang mempunyai hak perwalian putrinya yang ia rawat dari kecil dan ia sayangi, ia berikan kepada laki-laki asing yang baru ia kenal. Hmm, Bukan beban berat yang ia rasakan berkurang tapi beban pemikian yang ia rasakan, 'Apakah putriku akan bahagia dengannya, apakah putriku akan selamat dunia akhirat?'



Dengan maraknya pernikahan poligami di sekitar saya, bukan tidak setuju dengan ayat Allah, tapi pelaksanaannya yang kurang tepat sehingga orang memandang sebelah mata pernikahan poligami. Karena banyaknya istri yang terzholimi dan anak-anak yang broken home. Dari segi psikis isteri yang tidak tidak ridho terhadap pernikahan suaminya akan membawa dampak emosional yang negatif terhadap anak-anaknya. Banyak kejadian anak-anak yang traumatis terhadap pernikahan atau anak-anak yang membenci ayah kandungnya. Setelah ditelusuri ternyata emosi ibunya menular kepada mereka. Hal inilah yang patut disayangkan.



 Sebuah pernikahan kedua, ketiga, keempat yang dilaksanakan haruslah bertolak dari niat awal untuk ibadah lillahi ta'ala, bukanlah diawali dengan seringnya bertemu, intensitas chatingan atau pun cinta lokasi. Lihat kembali kisah pernikahan isteri-isteri Rasulullah yang semua itu bukanlah didorong oleh hawa nafsu. Tetapi karena menolong janda para syahid, melindungi anak yatimnya, strategi perang, menyambung silaturahim, dan dakwah. Dan itu terbukti dengan sejarah, Beliau tetap beristeri satu yaitu Khadijah RA hingga Khadijah meninggal dunia, baru beliau menikah dengan isteri yang lainnya. Pada dasarnya Rasulullah itu monogami karena bimbingan wahyu Allah-lah beliau melakukan poligami tidak dengan hawa nafsunya.



Hal inilah yang sering dilupakan oleh para suami zaman sekarang. Yang perlu diperhatikan jika Anda ingin menikah lagi:

  1. Bahagiakanlah isteri pertama Anda 
  2. Cukupkanlah semua kebutuhan belanja, nafkah lahir batin, sandang, pangan, papannya. Sehingga membuktikan Anda mampu untuk mempunyai rumah tangga kedua. 
  3. Renungkanlah kembali tanyakan pada diri Anda sebagai imam, "Apakah saya sudah mampu membawa keluarga ini ke surga? Apakah saya juga mampu nantinya mendidik keluarga ini ke jalan Allah?" 
  4. Peliharalah mental isteri dan anak-anak Anda. Apakah mereka nantinya siap untuk menerima wanita lain ke dalam keluarga mereka. Berikanlah pendidikan tentang poligami yang benar. Tunjukkan rasa sayang Anda kepada mereka. 
  5. Pantaskanlah diri Anda menjadi imam yang adil karena ada hadits tentang suami yang tidak adil akan datang di hari Akhir dalam keadaan miring. 
  6. Sudahkah Anda melaksanakan sunnah Rasul yang lain. Berapa juz yang Anda hafal, rajinkah sholat malam Anda, berapa banyak shodaqoh Anda, dan sunnah-sunnah lainnya. 

Semakin banyaknya rumah tangga yang hancur dan telantarnya anak-anak hasil pernikahan pertama, jangan sampai jumlah itu meningkat lagi. Anda adalah para pemimpin yang nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap yang dipimpinnya. Pikirkan masak-masak teman.

Selasa, 22 Maret 2016

Pencari Jodoh

Sebuah kalimat manis muncul dari sebuah grup: "Mau dong diboncengin sama mas...?". Hari sebelumnya juga ungkapan menggoda para suami orang terpapar membuat anggota grup terheran-heran. Terbelalak mata ini membacanya. Tidak pantas rasanya seorang wanita dewasa menjajakan dirinya walaupun untuk mencari jodoh. Apakah hal itu wajar bagi seorang wanita di muka umum? Di media publik berani mengungkapkan candaan menggoda kepada laki-laki beristeri?. Respectasi saya seketika lenyap kepadanya. Hal yang sama juga dirasakan anggota lain.



Hmm, saya teringat dengan aksi anak SMA yang mengungkapkan cintanya di depan lapangan sekolah. Begitu biasakah hal seperti itu?. Wanita muslimah adalah tinggi derajatnya di mata manusia. Dan Allah telah mengangkat kemuliaannya sebagai muslimah dengan menjaga kehormatannya berupa menutup aurat, sikap, tutur kata dan perilakunya. Muslimah bukanlah piala bergilir. Fenomena yang terjadi dua orang laki-laki yang memperebutkan wanita bahkan ada yang sampai menimbulkan tawuran. Lalu apa yang dirasakan si wanita? Bangga, senang, karena jadi bahan rebutan?? Naudzubillah.



Banyaknya jumlah wanita tidak lantas menurunkan harga diri untuk mendapatkan pasangan. Kriteria ideal tetap dicantumkan tapi bagaimana jika terlalu tinggi? Awalnya kriteria pasangan: Sholeh, ganteng,kaya, pintar, pendidikan tinggi,pintar mengaji, sayang keluarga dst dst. Padahal yang punya kriteria tersebut rata-rata sudah menikah. Biasanya kemapanan dibangun dari nol bersama isteri. Alih-alih cari yang ideal dapatnya malah menjadi yang kedua, ketiga atau keempat. Seperti lagu Duo Maia,"Jadikan aku yang kedua buatlah diriku bahagia walaupun kau tak kan pernah kumiliki selamanyaa..." Atau karena usia yang semakin meningkat kriterianya malah diturunkan: laki-laki, hidup.



 Untuk para orangtua perlu menyadari kebahagiaannya adalah apabila bisa menghantarkan putrinya kepada laki-laki yang bisa membimbingnya ke surga. Dan itu ada pada pemuda yang sholeh dan bertanggung jawab. Semakin tinggi kriteria calon suami yang dicantumkan semakin sulit nasib putrinya. Itu bila masih gadis yang berhak mencarikan jodoh adalah orang tuanya. Berbeda yang terjadi sekarang para gadis melanglang buana mencari pasangan. Lantas bagaimana dengan janda? Nah, hal ini sedikit berbeda, janda bebas memilih jodohnya. Perpindahan wali dari orang tua kepada si suami. Jika suami meninggal atau bercerai tanggung jawab pada dirinya dengan baik menurut agama.



 Wahai ukhti, Anda adalah permata dunia. Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Jadikanlah waktu penantian jodoh ini dengan ilmu agama sehingga Anda dipantaskan mendapat jodoh yang terbaik yang Allah siapkan. Jikalau pun tidak mendapat jodoh di dunia Allah menyiapkannya di surga. Amiin.

Follow IG Yeti Insan Kamil
Fb Yeti Insan Kamil
www.yetisulfiati.com
Gramedia: Menjadi Pendidik Insan Kamil

Senin, 21 Maret 2016

Jagalah Hati

Penjaga hati
Hati ibarat cermin, yang mudah retak atau pecah jika terjatuh. Dan mudah kotor jika tidak dibersihkan dari debu, yg kotoran itu akan berkarat dan sulit dibersihkan. Itulah hati kita yang mudah hancur dalam perasaan ketika terpatahkan harapannya dan sayangnya. Namun, hati juga mudah dikotori dengan debu-debu kemaksiatan. Maksiat ibarat titik noda yang semakin lama semakin gelap cermin itu. Hingga tidak bisa lagi melihat kebenaran.


 Apa kiat-kiat membersihkan hati:

  1. Bergaul dengan orang sholeh. 
  2. Banyak mendengar tilawah Quran. 
  3. Mentadabburi ayat Quran. 
  4. Zoom out kehidupan ini, untuk apa, mau ke mana dst, bawa ke luar bumi. 
  5. Berdoa, "Ya muqollibul quluub, tsabbit qulubuna ala dinika" Wahai Yang Membolak balik hati, tetapkanlah hati ini atas din-Mu. 
 Semoga hati kita selalu terjaga bersih sehingga dapat melihat kebenaran. Amin

Follow IG Yeti Insan Kamil
Fb Yeti Insan Kamil
Www.yetisulfiati.com
Gramedia buku Menjadi Pendidik Insan Kamil

Rabu, 09 Maret 2016

TANDA-TANDA CINTA

Tanda-tanda Cinta Bagaimana rasanya dicintai seseorang? Pasti berjuta indahnya.


Apa sih tanda-tandanya dicintai?

  • Ingin tahu keadaan orang yang dicintai. Selalu mengintip status Anda. Bertanya Sedang apa, lagi apa, sudah makan belum dll. Perhatian sekali.
  • Selalu ada setiap dibutuhkan. Seringkali kita merasa butuh tempat curhat dan berkeluh kesah. Tetapi hanya orang tertentu yang tertarik dan bersedia menjadi 'tong sampah'. Dan orang yang mencintai Anda ia akan membuka telinganya untuk Anda dan bersedia memberikan solusinya. 
  • Memberikan hadiah kecil atau kejutan-kejutan yg menyenangkan. Tidak harus berupa barang mahal. Sebatang coklat atau sebungkus roti pun sudah mengekspresikan cintanya."Tahaddu tahabbu". Berilah hadiah maka kau akan dicintai. 
  • Menjaga dan melindungi. Seseorang yang mencintai tidak ingin kekasihnya celaka atau pun tersakiti. Maka dapat dipastikan kalau si dia mengajak Anda berbuat di luar kewajaran berarti dia tidak mencintai tapi memanfaatkan Anda. Maka berhati-hatilah. Bedakan antara cinta dan nafsu. 
Demikian tips singkat. Semoga Anda tetap saling mencintai sampai akhir hayat.
 
Designed By Yeti