Social Icons

Selasa, 22 Maret 2016

Pencari Jodoh

Sebuah kalimat manis muncul dari sebuah grup: "Mau dong diboncengin sama mas...?". Hari sebelumnya juga ungkapan menggoda para suami orang terpapar membuat anggota grup terheran-heran. Terbelalak mata ini membacanya. Tidak pantas rasanya seorang wanita dewasa menjajakan dirinya walaupun untuk mencari jodoh. Apakah hal itu wajar bagi seorang wanita di muka umum? Di media publik berani mengungkapkan candaan menggoda kepada laki-laki beristeri?. Respectasi saya seketika lenyap kepadanya. Hal yang sama juga dirasakan anggota lain.



Hmm, saya teringat dengan aksi anak SMA yang mengungkapkan cintanya di depan lapangan sekolah. Begitu biasakah hal seperti itu?. Wanita muslimah adalah tinggi derajatnya di mata manusia. Dan Allah telah mengangkat kemuliaannya sebagai muslimah dengan menjaga kehormatannya berupa menutup aurat, sikap, tutur kata dan perilakunya. Muslimah bukanlah piala bergilir. Fenomena yang terjadi dua orang laki-laki yang memperebutkan wanita bahkan ada yang sampai menimbulkan tawuran. Lalu apa yang dirasakan si wanita? Bangga, senang, karena jadi bahan rebutan?? Naudzubillah.



Banyaknya jumlah wanita tidak lantas menurunkan harga diri untuk mendapatkan pasangan. Kriteria ideal tetap dicantumkan tapi bagaimana jika terlalu tinggi? Awalnya kriteria pasangan: Sholeh, ganteng,kaya, pintar, pendidikan tinggi,pintar mengaji, sayang keluarga dst dst. Padahal yang punya kriteria tersebut rata-rata sudah menikah. Biasanya kemapanan dibangun dari nol bersama isteri. Alih-alih cari yang ideal dapatnya malah menjadi yang kedua, ketiga atau keempat. Seperti lagu Duo Maia,"Jadikan aku yang kedua buatlah diriku bahagia walaupun kau tak kan pernah kumiliki selamanyaa..." Atau karena usia yang semakin meningkat kriterianya malah diturunkan: laki-laki, hidup.



 Untuk para orangtua perlu menyadari kebahagiaannya adalah apabila bisa menghantarkan putrinya kepada laki-laki yang bisa membimbingnya ke surga. Dan itu ada pada pemuda yang sholeh dan bertanggung jawab. Semakin tinggi kriteria calon suami yang dicantumkan semakin sulit nasib putrinya. Itu bila masih gadis yang berhak mencarikan jodoh adalah orang tuanya. Berbeda yang terjadi sekarang para gadis melanglang buana mencari pasangan. Lantas bagaimana dengan janda? Nah, hal ini sedikit berbeda, janda bebas memilih jodohnya. Perpindahan wali dari orang tua kepada si suami. Jika suami meninggal atau bercerai tanggung jawab pada dirinya dengan baik menurut agama.



 Wahai ukhti, Anda adalah permata dunia. Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Jadikanlah waktu penantian jodoh ini dengan ilmu agama sehingga Anda dipantaskan mendapat jodoh yang terbaik yang Allah siapkan. Jikalau pun tidak mendapat jodoh di dunia Allah menyiapkannya di surga. Amiin.

Follow IG Yeti Insan Kamil
Fb Yeti Insan Kamil
www.yetisulfiati.com
Gramedia: Menjadi Pendidik Insan Kamil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Designed By Yeti