Social Icons

Jumat, 17 Februari 2017

Sepatu Terbalik




Sepatu Terbalik

Sahabat Insan Kamil,

Sebuah kisah menarik yang mungkin banyak orang mengalaminya.

Pernahkah Anda merasakan ketidaknyamanan ketika ada memakai pakaian terbalik? Mungkin ketika Anda terburu -buru juga pernah memakai sandal terbalik? Lalu apa rasanya? Tidak enak, sakit, sempit? Apa yang Anda lakukan ketika menyadari ketidaknyamanan itu? Pasti segera menukar nya bukan?

*Sebagus bagusnya sepatu, semahal mahalnya sepatu, kalau dipakai terbalik, pasti tidak enak, pasti tidak nyaman*

Nah, demikian perumpamaan sunnatullah. Orang menyebutkannya hukum alam. Padahal itu qodrat dan irodahnya Allah. Suatu garis manusia yang jika menyalahi qodratnya, akan timbul dampak keluar dari sunnatullahnya.

Secara sunnatullah, pria bertanggung jawab memimpin keluarga. Secara irodahnya Allah, istri mendukung suami. Anda pasti setuju, sebuah biduk kapal dinakhodai seorang kapten. Yang kapten itu menyetir mau dibawa kemana arah kapal.

Bagaimana halnya ketika peran itu berubah terbalik? Seorang nakhoda jadi awak kapal, sedangkan awaknya jadi nakhoda.

Sekuat kuatnya awak , tetaplah awak kapal. Kendali nakhoda ada padanya, sedangkan nakhoda tidak berperan semestinya. Ada yang aneh. Ada yang timpang. Sepandai pandai awak pasti ada batasnya, senyamannya nakhoda yang beralih peran jadi koki kapal, pasti ada rasa tidak nyaman perasaan bersalah menelantarkan kapal.

Masih ingat cerita sepatu mahal, tapi dipakai terbalik? Masalahnya bukan pada harga sepatu, tapi pada terbaliknya fungsi. Dengan kata lain, Sunnatullah adalah qodrat dari Allah. Ketika menyimpang dari kehendak Nya akan terasa pula dampaknya.

Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita tetap menjalankan irodah Nya menjadi orang yang Insan Kamil.
Salam Insan Kamil.

#gerakanliterasi
#pendidikinsankamil
www.yetisulfiati.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Designed By Yeti